Laman

Tampilkan postingan dengan label Healthy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healthy. Tampilkan semua postingan

02/02/10

Manfaat Sayuran Hijau



Kandungan zat gizi alami dalam sayuran hijau sangat banyak. Selain kaya dengan vitamin A dan C, sayuran hijau juga mengandung berbagai unsur mineral seperti zat kapur, zat besi, magnesium dan fosfor. Sayuran yang berwarna hijau tua merupakan sumber karotenoid (pigmen dalam tanaman yang terdapat pada tumbuhan) terbaik dan tergolong penting untuk memerangi radikal bebas.

Klorofil (zat hijau daun) pada sayuran hijau merupakan pigmen dari tanaman yang warnanya hijau dan terdapat dalam kloroplas sel tanaman. Klorofil mempunyai struktur kimia yang hampir mirip dengan hemoglobin (sel darah merah). Sehingga menurut penelitian para ahli gizi, klorofil dapat dimanfaatkan untuk merangsang pembentukan sel darah merah pada penderita anemia.

Selain itu klorofil juga mampu berfungsi sebagai pembersih alamiah (mendorong terjadinya detoksifikasi); antioksidan yang akan menetralkan radikal bebas sebelum menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh; antipenuaan dan antikanker.

Dan juga, enzim protease inhibitor yang terdapat dalam sayuran hijau dapat berfungsi sebagai pencegah timbulnya kanker, terutama kanker pada usus. Kandungan vitamin K dalam sayuran hijau berperan penting dalam proses pembekuan darah, pembentukan tulang, serta mencegah pembentukan batu ginjal. Mengonsumsi sayuran hijau secara teratur dalam setiap porsi makan dapat mempertahankan keremajaan kulit dan membantu mempertahankan kekuatan pembuluh darah agar tidak mudah pecah.

Yang tak kalah penting, kandungan antioksidan dan serat alami dalam sayuran hijau akan menjaga kesehatan dan melancarkan saluran pencernaan. Hal ini akan memudahkan sisa-sisa metabolisme yang tidak berguna keluar dari tubuh sehingga tak sempat mengendap dan menimbulkan penyakit.
Bahkan, antioksidan yang banyak ditemukan dalam sayuran hijau dapat melindungi sel mata dari cahaya ultraviolet yang merupakan penyebab utama katarak. Hal ini disebabkan karena sayuran hijau memengandung jenis antioksidan lutein dan zeaxanthin hampir 10 kali lebih banyak dibanding vitamin E yang mampu melindungi sel mata dari kerusakan yang disebabkan ultraviolet.

Sayuran Organik vs. Sayuran Konvensional


Betulkah bahan pangan organik lebih bergizi? Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa makanan yang dihasilkan dari pengolahan secara alami memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dari produk makanan yang dihasilkan melalui pertanian yang menggunakan bahan kimia. Maraknya produksi makanan organik akhir-akhir ini memang terdorong oleh konsumen yang sadar akan hal tersebut. Apa saja nilai plusnya?

Plus 1: Lebih aman



Secara kasat mata sulit membedakan makanan organik dan nonorganik. Cara yang paling mudah dan pasti adalah dengan memperhatikan ada tidaknya label ’organik’ pada produk yang ingin Anda beli. Makanan organik diolah dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan produk makanan konvesional. Tidak hanya bebas dari unsur-unsur kimia (pestisida, pupuk, hormon, obat-obatan), tetapi juga harus memenuhi persyaratan internasional yang sudah ditentukan. Di Barat, semakin banyak produk sayur dan buah-buahan segar berlabel organik. Juga dalam bentuk makanan olahan seperti sereal, makanan bayi, ataupun pasta organik. Bahkan hal ini sudah menjadi filosofi.

Meski banyak penelitian yang menunjukan bahwa residu pestisida pada sayur dan buah tersebut masih dalam batas aman, belum ada penelitian yang secara pasti menunjukan dampak komulatifnya. Beberapa masalah kesehatan yang merebak 50 tahun belakangan ini, diduga memiliki hubungan erat dengan diperkenalkannya penggunaan pestisida.

Dari kasus kanker payudara yang meningkat 40%, kanker prostat, rata-rata jumlah sperma pria yang menurun sampai 50%, sampai satu dari 150 bayi laki-laki yang baru lahir mengalami hypospadiasm (kejanggalan bentuk alat kelamin pria). Meski demikian sayur dan buah organik tidak terjamin bebas dari sumber penyakit (virus atau bakteri). Sayuran organik mempunyai resiko yang lebih tinggi menularkan penyakit bawaan, karena biasanya dicuci dengan air nonklorida. Air biasa dianggap tak mampu membunuh bakteri dan virus yang menempel pada sayuran dan buah.

Plus 2 : Kaya nutrisi
Beberapa penelitian menunjukan bahwa makanan organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibanding produk konvensional. Penelitian yang diawasi oleh Chris Aleson, presiden The Organics Retailers and Growers Association of Australia menunjukan tingkat kalsium, pottasium, magnesium, sodium, zat besi dan seng pada sayuran organik 10% lebih tinggi.

Salah satu penyebab tingginya kandungan nutrisi pada produk organik adalah karena proses iradiasi yang dialami produk non organik. Sinar radiasi yang digunakan untuk mengawetkan produk konvensional selain membasmi kuman dan bakteri juga menghancurkan beberapa komponen molekul kimia dan mengubahnya menjadi radikal bebas.

Penelitian lain menunjukan kandungan vitamin A, B kompleks, C, E dan K pada sayuran yang diradiasi berkurang sampai 80%. Produk organik tidak memperkenankan teknik pengawetan dengan bahan-bahan kimia. Lagipula, hal ini memang tidak terlalu dibutuhkan. Beberapa petani organik bahkan mengaku bahwa sayuran organik lebih awet. Kandungan nutrisi yang tinggi juga merupakan akibat dari kondisi tanah pertanian organik yang lebih subur dan terpelihara. Pestisida yang digunakan di pertanian konvensional memusnahkan mikroba penghasil enzim-enzim vitamin yang dibutuhkan tanaman.

Cara Tepat Mengolah Sayur
Bagaimana bila bahan organik sulit didapatkan di tempat Anda? Mungkin Anda bisa sedikit terhibur dengan hasil riset terhadap selada, kol, bayam, wortel, buncis, dan caisin asal Cianjur, yang memperlihatkan penurunan kadar pestisida yang cukup signifikan setelah pengolahan. Pada bayam mentah misalnya, kadar propinebnya mencapai 0.0061 mg/kg. Setelah ditumis, kadarnya turun sampai 0.0027 mg/kg.

Pemanasan juga akan mengakibatkan dinding sel sayuran yang terdiri dari selulosa dan hemiselulosa rusak. Sehingga pestisida menjadi lebih mudah terlepas dan larut dalam air, sampai akhirnya diuapkan. Sebaliknya, penggunaan bumbu ternyata dapat meningkatkan kadar pestisida pada sayuran yang diolah.

Hal ini terlihat pada olahan sayuran kacang panjang, terong, wortel, buncis, dan caisin. Agaknya, bumbu yang digunakan juga mengandung residu pestisida. Umumnya tubuh kita dapat mentoleransi residu pestisida pada kadar tertentu. Untuk menghindari konsumsi residu pestisida berlebihan Sebaiknya Anda memperhatikan nilai ADI atau Acceptable Daily Intake. ADI untuk tiap jenis pestisida berbeda-beda. Untuk propineb misalnya, 0.007 mg/mg BB/hari.

Mentah vs Matang
Bayam
Baik dalam keadaan matang dan mentah. Bayam mentah mengandung lebih banyak folat. Yang dimasak lebih kaya beta koroten. Baik mentah maupun matang, bayam mengandung asam axalic, yang menahan penyerapan kalsium dan zat besi.
Bawang putih
Bagus dimasak, lebih baik makan mentah. Bawang putih mentah bekerja sebagai antibiotik tapi sulit dicerna lambung. Beberapa senyawa sulfur lebih potensial bila bawang putih disantap mehtah-mentah
Brokoli & kol
Baik dimakan mentah atau dimasak. Kedua sayuran ini mengandung senyawa sulfur yang dapat menyerang kanker; akan lebih potensial bila dimakan mentah. Bila dimasak, potensinya menghasilkan gas akan hilang dan dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
Jamur
Dimasak. Jamur mentah mengandung racun hydrazines, yang akan hancur bila terpapar suhu panas. Jamur shiitake dan maitake yang sudah dimasak adalah sumber polysaccharides yang dapat melawan kanker.
Kentang & terong
Masak secara sempurna. Belum jelas apakah panas mempunyai efek terhadap solanine, zat racun yang banyak terdapat pada sayuran ini. Tapi proses pemasakan membuat tepungnya lebih mudah dicerna.
Seledri
Masak, atau makan seledri mentah dalam jumlah sedikit. Seledri mentah mengandung psorairens, yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh, bila disantap dalam jumlah banyak.
Tomat
Baik dalam keadaan mentah maupun masak. Tomat mentah mengandung lebih banyak vitamin c, tetapi lycopene, antioksidan yang dapat melawan kanker, ikut larut saat dimasak.
Wortel
Bagus mentah, lebih baik dimasak. Wortel mentah mengandung banyak beta karoten, dengan memasaknya zat ini akan lebih mudah diserap tubuh.
Bawang Merah/Bawang Bombay
Baik dalam keadaan mentah maupun masak. Senyawa sulfur yang membantu pembuluh darah tetap bersih lebih kuat pada bawang mentah. Memasakjuga akan membebaskan quercetin, membuat tubuh lebih mudah untuk menggunakan flvonoid penangkal radikal bebas.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More